 | Catatan hati seorang Ida | Sep 19, 2007 |
Tidak perlu banyak tanya itu... Buang jauh penasaranmu... Mulailah segera... Buka lembar demi lembarnya... Catatan satu hati... Berdasarkan pengamatan lima indra... Emaknya Mazaya dan Athaya... |  | Terimakasih ya, Allah..... Kau ijinkan aku menempati sepotong bagian kecil surgaMu yang indah di dunia. Semoga Kau pun berkenan memberiku kesempatan menempati surgaMu yang kekal kelak..... Aaaamiiin. |
|  | tak harus satu ibu tak mesti dari satu rahim sayangmu tak lekang oleh waktu perhatianmu tak pupus oleh jarak terimasih, Nci untuk selalu ada untukku. |
|  | Kegiatan oral motor Tata tidah terbatas pada memasukkan jari tangan dan mainan. tapi meluas hingga kegiatan icip-icip jari kaki sendiri..... hiiiiyy!!!! anakna tiaaapa, tiiih? |
Tanpa balon warna warni pujaan para bocah dan bayi
Nihil kue tart ultah nan lezat rasa coklat kegemaranmu
Sepi dari kemeriahan pesta ajang ucapan selamat
Jauh dari keistimewaan seorang bayi berubah jadi batita
Tapi selaksa doa terus kupanjatka tanpa jeda
Semesta syukur kuhadirkan di hadapan Allah atas hadirmu yang ubah duniaku sosokmu yang menambah gigihku
Setriliun harap kutembangkan tanpa jemu
semoga hanya suka, sukses dan bahagia isi usiamu selalu  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Other | | Location: | Jogjakarta |
Terletak di dan berasal dari Jogjakarta. Warung ini memang berani menawarkan pemuas selera bercitarasa pedas. Ternyata, ga sedikit penyuka rasa yang tajam tersebut. Warungnya sederhana saja. Terletak di Jl. Godean KM 5, Yogyakarta selain beberapa lokasi lainnya yang tersebar di Jogja dan masih beberapa lokasi lagi di luar Jogja. Tidak dapat dikatakan besar, walaupun ruangan dapat dibagi menjadi 2 bagian, meja kursi dan lesehan. Interior dan furnitur yang sederhana justru makin menonjolkan tulisan-tulisan yang banyak ditempel di seantero dinding warung makan. Tempelan-tempelan tersebut sengaja didesain dan dikonsep bagi pengunjung tentang garansi kepuasan, sejarah sambal, dan hal-hal unik lainnya. Menguntungkan juga bagi kami, terutama, yang punya anak yang baru saja bisa membaca. Menawarkan banyak menu yang namanya berawalan dengan kata sambal, misalnya: sambal Sambal tempe, Sambal tahu, Sambal udang, Sambal rempelo ati, Sambal teri dan masih banyak lauk lainnya. Makan siang kami sekeluarga plus orangtua dan adik-adik sangat meriah dan berselera, mungkin karena citarasa pedas tadi. Mengusung tag "23 sambal, 14 lauk, 8 sayuran, 20 minuman", cukuplah memanjakan hasrat wisata kuliner kami. Review ini diikutsertakan dalam lomba review mbak Maya Siswadi http://bunda2f.multiply.com/journal/item/343  | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
Sitkom Amerika Everybody Loves Raymond berkisah tentang keseharian keluarga Raymond (Ray Romano) dan istrinya, Debra (Patricia Heaton) pasangan muda beranak tiga; si gadis kecil, Ally dan adik kembarnya, Michael dan Geoffrey. Sitkom ini bertambah hidup dengan dampingan tokoh-tokoh berikut: Marie, ibu Ray diperankan dengan pas oleh Doris Roberts, Frank, ayah Ray, dilakoni oleh aktor Peter Boyle dan Robert, kakak Ray (Brad Garrett). Ray, seorang sosok anti konflik yang beranggapan segala sesuatu harus selalu berjalan sesuai rencana dan setiap orang harus menyukainya. Ray anak kesayangan Marie yang tidak pernah benar-benar rela bahwa Debra menikahi Ray. Marie yang otoriter dan posesif selalu merasa Debra yang manis dan baik mempunyai banyak kekurangan hanya karena Debra tidak bisa memasak. Parahnya, bila Debra berhasil memasak makanan lezat, Marie justru uring-uringan karena merasa tersaingi.Dan banyak lagi adegan-adegan yang menggambarkan bahwa "pergesekan" kepentingan menantu-mertua bukanlah dominasi cerita ala negeri kita. Frank digambarkan baik hati dan penyayang kepada seluruh keluarga diluar kenyataan bahwa tutur katanya kerap kasar dan blak-blakan. Robert memposisikan dirinya sebagai seteru abadi bagi Ray lantaran Robert tahu Ray menempati posisi yang sangat istimewa di hati sang ibu. Debra yang ibu rumah tangga penuh waktu sering kali merasa kewalahan dengan tugas-tugas rumah tangga dan pengasuhan anak bersamaan dengan usahanya meraih simpati sang mertua yang sulit dibuat senang. Kisah di seri ini bermula dari acara Open House yang diadakan sekolah Michael di mana setiap siswa membacakan cerita hasil tulisan mereka di hadapan hadirin yang terdiri dari para orangtua dan keluarga mereka. Tunggu punya tunggu, Michael maju membacakan ceritanya yang berjudul "The Angry Family". Cerita tentang sebuah keluarga besar yang sering marah dan saling berteriak. Keluarga Ray yang hadir full team merasa mendapat malu di hadapan hadirin. Tak tahan, sepulangnya dari sekolah mereka saling berdebat tentang latar belakan tulisan si kecil tanpa mengajak Michael serta. Dilanjutkan diskusi empat mata Ray dan Debra yang berujung saling tuding tanpa solusi. Konflik ini berlanjut dengan undangan sesi pertemuan dengan wali kelas, pastor dan konselor sekolah. Lucunya, sesi -sesi tersebut justru kian menelanjangi mereka tentang interaksi mereka sehari-hari. Pergesekan mantu-mertua (Debra-Marie), sindir-sindiran suami-istri (Frank-Marie, Ray-Debra), persaingan antar saudara kandung (Robert-Ray) mewarnai sesi yang membuat Eileen, si wali kelas terbengong-bengong. Sepanjang sesi ini kita dibuat terpingkal-pingkal namun merasa seakan menyaksikan sidang ishlah keluarga dekat yang sedang berselisih. Sesi ditutup dengan pembagian buku-buku parenting yang ditanggapi dengan sangat antusias oleh seluruh keluarga Ray. Si akhir sitkom terungkaplah latar belakang panulisan cerita Michael. Saat ayah ibunya menyampaikan pujian atas cerita yang ditulisnya, Michael berujar senang, "Ya! aku juga suka film itu!" "Film Monster Maniac. Mereka selalu berteriak." Yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita adalah: * jangan anggap mertua itu mertua. saat kita menikahi putra/putri mereka, otomatis merekalah orangtua kita. * usahakan untuk tidak mempunyai "anak emas". kalau terlanjur punya, jangan sampai anak yang lain tahu karena itu bisa menyuburkan "sibbling rivalry" * selalu berusaha untuk menjadi teladan bagi anak-anak di luar kenyataan bahwa kita memiliki banyak kekurangan. * ketahui dengan pasti efek tontonan, bacaaan dan teman-teman anak karena mereka memiliki pengaruh yang besar. Happy Watching! Review ini diikutsertakan dalam lomba review Mbak Maya Siswadi http://bunda2f.multiply.com/journal/item/343"> http://bunda2f.multiply.com/journal/item/343  |  | Inoy merried. Semua repot. Semua girang seraya sibuk mempersiapkan segala sesuatu...... hingga hari H tiba..... Tak ada tegang..... tak percuma segala kerepotan... yang tertinggal hanya lega, syukur dan senang. Adik kami telah dipinang.
Lalu kami bersenang...... berfoto berpasang-pasang. Terimakssih, semuaaaaa.... |
|  | Baru kesampaian berfoto bareng persis setelah sholat Iedul Fitri. Biasanya pasti langsung makan, hehehe. |
 | Category: | Books | | Genre: | Parenting & Families | | Author: | Clara Ng |
Dimsum Terakhir mengajak kita untuk menyadari bahwa apa dan bagaimanapun hebat kita di luar rumah, kita tetaplah seorang anak dari sebuah keluarga. Dari keluarga semua berawal. Dimsum Terakhir bercerita tentang perjalanan sepasang suami istri yang membesarkan 4 anak kembar yang semuanya perempuan. Mereka, yang, walaupun terlahir kembar, tetap merupakan 4 pribadi yang berbeda. Masing -masing mereka, Siska, Indah, Rosi dan Novera tumbuh dalam kasih sayang dam perhatian ayah dan ibu yang memang cukup lama menanti diberi momongan. Selain keindahan masa kanak-kanak, pertengkaran, kata-kata maupun fisik, kerap mewarnai perjalanan mereka 4 bersaudara semasa usia bersekolah. Bahkan Siska dan Indah bagai kucing dan anjing dalam keseharian. Tapi, pembelaan yang ditunjukkan antar mereka saat salah seorang dari mereka diejek teman sekolah menjadi bukti eratnya persaudaraan mereka. Perjalanan menuju kedewasaan dan penemuan jati diri membawa mereka menemui berbagai kondisi dan beragam situasi yang benar-benar berbeda dari yang mereka biasa temukan di dalam keluarga. Di mana kemampuan beradapatasi dan membuat keputusan banyak menguji mereka berempat. Saat itulah, sang orangtua, pasangan Anas dan Nung Atasana, memperlihatkan dukungan dan kasih sayang yang purna, sehingga mereka mampu melewati fase pendewasaan dengan baik dan tidak pernah hilang ikatan dengan keluarga walau mereka tinggal terpisah saat dewasa. Hingga suatu saat... ketika ibu Anas, sang bunda telah lama tiada... Keadaan Pak Nung yang sakit keras dan butuh dirawat di rumah "memaksa" mereka berempat untuk kembali tinggal satu rumah. Di sinilah siapa dan apa yang tengah mereka jalani ketika "sudah jadi orang" terungkap bagi satu sama lain. Tentu, benturan-benturan kepentingan, gesekan panas ego dan sikap ingin menang sendiri sempat menguji rasa persaudaraan 4 wanita kembar tersebut. Namun tetap, ajaran kasih sayang dan pelajaran untuk menerima setiap anggota keluarga apa adanya mampu menyatukan, bahkan mempererat hubungan mereka berempat. Yang tersisa hanyalah perasaan kiat dekat dan saling menyayangi. Hingga saat ayah mereka tutup usia, mereka mampu menjalankan ritual kematian sang ayah dengan sangat baik dan kompak. Buku ini saya rating 5 bintang karena lewat buku ini saya selalu diingatkan untuk benar-benar berusaha dalam mendidik anak-anak saya untuk saling menjaga dan menyayangi saudara mereka. Saya ingin "sibbling rivalry" tidak mewarnai perjalanan hidup mereka walau mereka menempuh perjalanan pendidikan atau karir yang berbeda. Apapun yang mereka alami di luar rumah, keluargalah tempat nomor satu yang menjadi tempat mereka pergi/pulang, untuk berbagi dan mengadu karena keluarga selalu menyayangi dan menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia biasa. Review ini diikutsertakan dalam lomba review mbak Maya Siswadi http://bunda2f.multiply.com/journal/item/343 Mimpiku indah tentang berbakti padamu Tapi yang terjadi aku suka membantah anjuranmu
Mimpiku indah tentang menyenangkan hatimu ternyata sering kususahkan pikiranmu
Mimpiku indah tentang mengukir senyum di bibirmu Lho kok malah kupahat kerut murka di wajahmu
Mimpiku sungguh indah tentang membahagiakanmu Tapi sepertinya..... itu masih lama akan terwujud.
Semoga Papa dan Mama sabar menunggu.... dan tak bosan mendoakan selalu.....
 | Aya, di masa egosentrisnya sering mendapat barang-barang, baik itu mainan ataupun pakaian dan aksesoris dari sang Eyang. Dengan sangat mudahnya Aya bisa setiap minggu mendapat barang baru dan pergi belanja.
Aku dan Mas sudah sepakat untuk mengimbangi keadaan itu dengan tidak gampang memberinya atau membelikannya barang konsumtif.
Suatu saat aku butuh sebuah bando. Aku membelinya di sebuah mal bersama Aya dan papapnya. Bando manis sederhana, berwarna putih dengan motif kepala mickey mouse polos warna pink, biru dan putih. Saat di mal, Aya tidak tertarik dengan bando tersebut. Lain halnya di rumah. Aya kelihatan sangat naksir dengan bando baruku. Bando yang langsung kukenakan ditatapnya dengan penuh minat. Aku pura-pura tidak tahu. Kalimat ertamanya muncul, "Ma, bandonya buat Aya aja!". "Ga', ah" , jawabku singkat. Rayuannya ga menembus pendirianku. Selanjutnya, "Ma, bandonya kasih ke Aya. Nanti Mama Aya kasih bando Aya, deh!'. lagi-lagi kujawab, "Ga, ah! Bando Aya ga ada yang pantas untuk di rumah. Keramean!" Cemberut wajahnya dan seperti akan mulai menangis. Bodo'! Aku cuek berlalu.
Senjata terakhir rupanya keluar dari mulut Aya saat ia akan bobo siang. Rupanya sambil makan tadi ia mencari-cari redaksi rayuan agar aku menyerahkan bando kepadanya. Katanya sambil berlagak tak peduli apakah ku akan menuruti kata-katanya atau tidak, " Ma, Mama (terlihat) aneh pake bando itu." Aku sedikit terperangah dengan ujarnya yang tiba-tiba. Rupanya perubahan ekspresi di wajahku justru hal yang sudah diantisipasi dan diprediksi Aya. Buktinya? Tak menunggu lama, Aya meneruskan,"Mama kayak ABG!". Huuuuuh, dasar Aya! Masiiiiiih aja usaha! Tapi maaf, Aya. Mamamu memang agak "bebal" dan yang pasti, kebal terhadap rayuan dan paksaan, hehehehe..... | Jul 28, '10 2:40 AM for everyone |
 | Aya, yang baru aja naik ke kelas TK B, belakangan sering ngomongin Fadhil. Fadhil adalah teman sekolahnya yang kini duduk di kelas 1 SD. Aya bercerita baaimana setiap hari ia dan Fadhil suka bermain bersama, saling menjaili satu sama lain, kejar-kejaran, kata-kataan, dan yang semacamnya. Saking seringnya Aya membicarakan Fadhil, kami jadi iseng menggodanya...... Dalam percakapan berdua dengan Mas pun aku sering cekikikan berdua kalau perbincangan kami sampai pada perihal si Fadhil. Sampai suatu saat Aya sedang sibuk sendiri dengan buku latihan motorik halusnya.... Papap iseng mencolek-colek pipinya. Seperti biasa, Aya selalu berpendapat bahwa colekan papap agak kasar dan membuatnya selalu jengkel. Entah gimana nyambungnya, di akhir kalimat, Aya berujar,"tapi Aya ga mau punya suami jail!". Hah?! Usai dengan kalimatnya, Aya segera mengalihkan kembali konsentrasi ke bukunya tanpa sedikitpun menangkap ekspresi terkejut dari orang-orang yang mendengar statementnya. | Jul 28, '10 2:25 AM for everyone |
Tanggal 14 April...
Sudah sejak kemarin perasaaanku tak menentu. Gimana engak. Kehamilanku sudah masuk minggu ke-39. Keyakinanku sudah bulat, anak kedua yang sedang kukandung ini akan lahir antara tanggal 10 - 16, sementara kabar yang kudapat dari RSB Duren 3 malah membuat nyaliku ciut. Jujur..... mentalku sempat jatuh saat petugas RS mengabarkan bahwa dr. Fach, SPOG yang menangani kehamilanku, malah mengambil cuti dan berada di luar negeri sampai tanggal 20 mendatang. Hhhhhhhhhhh....... tak dapat kutahan gejolak emosi ini. Kutelepon Mas dan kutumpahkan segala keresahanku, jatuhnya mentalku dan betapa aku merasa lemah tiba-tiba.... Mas berusaha keras menenangkan dan mengembalikan kepercayaan diriku. Kubiarkan tangisku pecah saat masih berbicara dengan Mas di telepon.......
Secara serampangan dan emosional, aku mengajak si bayi berbicara,"Dek, lahirnya setelah tanggal 20 April aja, ya! supaya kamu bisa ditangani dr. Fach, dokter kepercayaan mama....". Tak seperti biasanya, setelah kukatakan permintaaan tadi, bayiku jadi lebih banyak diam. Padahal biasanya ia sangat aktif bergerak di dalam rahim. Mungkin dia bingung..... Beberapa minggu lalu kuberpesan padanya, kalau memang sudah cukup umur kandungan, tolonglah adik lahir antara tanggal 10-16, jangan lewat dari waktu itu". Eeeehhhhh, sekarang kuminta di atas tanggal 20.
Menjelang sore kutata kembali hati dan perasaanku. Kucoba menenangkan diri dan berfikir setenang yang aku bisa usahakan. Menjelang ujung senja, aku dan Aya mandi sore bersama. Saat mandi itulah kesadaran penuh menghampiriku. Kuingin semua berjalan sesuai kehendak Allah, bukan kehendakku semata. Kulafalkan kepasrahan dan permohonan pada si bayi agar lahir di waktu yang dipilihkan Allah. Walaupun itu artinya kapanpun, meski tanpa penanganan dr. Fach..... Ya, aku sudah sangat pasrah.....
Mulai menjelang Maghrib, kontraksi mulai datang dan pergi. Inervalnya lumayan dekat, cukup kuat dan berlangsung lumayan panjang/lama. Mas, yang masih ketemuan dengan temannya, cepat-cepat pulang dan mendapatiku sedang meringis-ringis menahan sakit kontraksi. Bicara rasanya aku sudah malas. Jadi hanya kukatakan,"Mas, segera mandi, makan malam dan minum vitamin, ya. Malam ini kita bakal begadang. ----------bersambung------------
|  | Sehubungan dengan rencana sekolah Aya mengunjungi KIdzania tgl 3 Maret 2010, sekelompok bu guru perlu mengadakan survey pada tanggal 20 Februari. Bu guru perlu memilih perwakilan dari siswa untuk ikut dalam rombongan survey tersebut. Entah apa pertimbangan bu Guru, Aya dan seorang siswi TK B terpilih untuk kegiatan itu. Persiapan pagi-pagi dilakukan. Berangkat naik taksi, pulang naik Transjakarta yang transit 3 kali menuju PGC Cililitan dan berakhir dengan naik angkot sampai di rumah. Kekhawatiran akan Aya yang muntah di perjalanan tidak menjadi kenyataan. Padahal ia juga baru terserang batuk pilek yang lumayan.
Selamat, Aya! |
|  | Memanfaatkan waktu pulang dari Jogja. Mampir ke Borobudur. Kami bertujuh sama-sama masuk areanya, tapi yang manjat cuma bertiga, Aya, Buya dan Papap. Yang berempat? Uti, Eyang Tik, Om Mas dan Mama cuma numpang duduk-duduk di undakan tangga pertama, hehehe. Mama jelas, punya alasan kuat untuk tidak naik turun tangga. Wong lagi hamil. Yang lain? Kata mereka alasannya juga kuat, "Kami sudah pernah naik sampai pucuk tertinggi Borobudur dan kami ingin jagain Mama yang ga naik karena sedang hamil'. Bisssaaaaa aja! |
|  | Aya numpang main puzzle di booth Radio Sonora. Eeeeeh, seselesainya, Aya dapat mug. Makasih, Sonora.... |
Di waktuku yang sekarang2 ini sangat luaaaaaaaaaaaaas, aku ingin berbuat sesuatu yang bisa bikin Mama makin anteng di rumah, plus bisa nambah kocek beliau. Coba deh, dilihat. Barangkali ada yang membutuhkan jasa mama. Makasiiiih.
BAIM’S Catering 0818 976981/021-8304177 Pak Elvin Harga Mulai Rp.15.000,-an | Hari ke-1 | Hari ke-2 | Hari ke-3 | Hari ke-4 | Hari ke-5 | Hari ke-6 | | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Kuning | Nasi Putih | | Ayam Goreng Laos | Rolade Asam Manis | Selar Bumbu Bakar | Steak Sapi + Sayuran | Ayam Goreng | Ikan Mas Balado | | Acar Kuning | Telur Bulet Kecap | Tahu kecap | Bakwan Jagung | Tempe Bacem | Ceplok Asam Manis | | Sop Tahu | Tempe Mendoan | Oseng Buncis | Tempe Bola Daging | Bihun Goreng | Tempe Goreng | | Dendeng Balado | Sayur Lodeh | Ati Kentang Smbl Grg | Acar Mayonaise | Lalapan | Sayur Bayam | | Sambal, Kerupuk, Pisang | Sambal, Kerupuk, Melon | Sambal, Kerupuk, Pisang | Sambal, Kerupuk, Duku | Sambal, Kerupuk, Semangka | Sambal, Kerupuk, Buah | | Hari ke-7 | Hari ke-8 | Hari ke-9 | Hari ke-10 | Hari ke-11 | Hari ke-12 | | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | | Sayur Sop | Sayur Asem | Soto Ayam | Soto Sapi Betawi | Ayam Goreng Tepung | Bandeng Tepung | | Kentang Balado | Empal Goreng | Terong Balado | Tahu Isi | Tempe Oseng | Tumis Kangkung | | Tempura Udang | Ikan Asin | Ikan Balado | Asinan Sayur | Labu Tumis Tempe | Mie Goreng | | Pepes Tahu | Dadar Telur | Perkedel | Sambal | Bola Daging Pedas Mns | Semur Telur | | Sambal, Kerupuk, Rambutan | Sambal, Kerupuk, Semangka | Sambal, Kerupuk, Pepaya | Kerupuk, Salak | Sambal, Kerupuk, Duku | Sambal, Kerupuk, Jeruk | | Hari ke-13 | Hari ke-14 | Hari ke-15 | Hari ke-16 | Hari ke-17 | Hari ke-18 | | Nasi Uduk | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Goreng Thailand | | Ayam Goreng | Rendang | Bawal Rica Rica | Gulai Ayam | Gule Sapi | Ayam Goreng Mentega | | Perkedel | Urap | Telur Dadar Kornet | Cap Cay | Balado Kentang Udang | Telur Mata Sapi | | Telur Dadar | Bakwan Jagung | Sup Bakso | Sosis Pedas Manis | Mie Skotel Goreng | Lalap Ketimun | | Tempe Goreng | Sate Sosis | Tumis Labu | Bakwan Sayur | Gule Daun Singkong | Kerupuk | | Sambal, Kerupuk, Pepaya | Sambal, Kerupuk, Semangka | Sambal, Kerupuk, Pisang | Sambal, Kerupuk, Salak | Sambal, Kerupuk, Duku | Sambal, Pepaya | | Hari ke-19 | Hari ke-20 | Hari ke-21 | Hari ke-22 | Hari ke-23 | Hari ke-24 | | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | Nasi Putih | | Bawal Bumbu Bali | Soto Mie | Calamari | Udang Tempura | Ayam Bakar | Tongseng Sapi | | Chicken Nugget | Risol | Semur Tahu | Sayur Sop | Sayur Bayam | Oseng Kacang Panjang | | Acar Kuning | Tempe Mendoan | Dadar Sosis | Kering Tempe Kedele | Telur Orak Arik | Tahu Tepung | | Tempe Oseng Labu | Balado Telur | Sayur Kapau | Empek-Empek | Tahu Isi | Kaki Naga | | Sambal, Kerupuk, Jeruk | Sambal, Kerupuk, Semangka | Sambal, Kerupuk, Pisang | Sambal, Kerupuk, Pepaya | Sambal, Kerupuk, Melon | Sambal, Kerupuk, Jeruk |
| |